Tampilkan postingan dengan label Renungan Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Arti Sebuah Kebahagiaan

Arti Sebuah Kebahagiaan
Bahagia, semua tentu ingin bahagia. Bahkan dari setiap kita ini sedang mencari sesuatu yang namanya bahagia. Kita semua mengejar kebahagian dan melakukan semuanya untuk sebuah kebahagiaan kan. Bahkan diantara kita ada yang salah dalam mengartikan sebuah kebahagiaan tersebut, sampai rela menjual harga diri mereka masing-masing. Melakukan hal-hal yang tidak terpuji, batasan-batasan yang sudah ditentukan oleh Tuhan mereka larang, karena apa? Karena sebuah kebahagiaan itu tadi. 

Bukan untuk mengajari Anda semua, tapi kita harus tau tolak ukur sebuah kebahagiaan itu tadi. Agar kita semua tidak lupa dengan Sang Kholiq. Untuk apa kita mengejar sesuatu yang dinamakan kebahagiaan namun pada akhirnya kita lupa dan tidak tahu apakah itu kebahagiaan yang kita cari atau bukan.

Sedikit renungan dimalam minggu ini, sebagai bahan belajar dan muhasabah diri bagi saya, Anda para pembaca, para sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah. Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle orang terkaya di jerman tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api. Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson seorang penyanyi terkenal dari USA tidak akan meminum obat tidur hingga overdossis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G Vargas seorang presiden Brazil tidak akan menembak jantungnya hingga meninggal.  Jika kecantikan bisa membuat seseorang bahagia, tentunya Marilyn Monroe artis cantik dari USA tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga ia meninggal karena overdossis. Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa dokter terkenal dari prancis tidak akan bunuh diri akibat sebuah acara di tevlevisi.

Ternyata bahagia atau tidaknya seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, gantengnya, gagahnya, kuasanya, sehatnya, atau suksesnya dalam hidup. Tapi yang bisa membuat seseorang bahagia itu adalah dirinya sendiri, mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal. Kalau kebahagian bisa dibeli, pasti orang-orang kaya sudah membelinya semua kebahagian tersebut. Dan akhirnya kita akan sulit mendapatkan kebahagian karena sudah diborong oleh mereka yang kaya-kaya.

Kalau kebahagiaan ada disuatu tempat, pasti belahan lain bumi ini akan kosong karena semua orang akan kesana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada. Untungnya letak kebahagiaan itu berada didalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu. Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta FIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun. KEBAHAGIAAN itu milik orang-orang yang dapat BERSYUKUR.

Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan artikel ini.
Semoga bisa bermanfa'at untuk kita semua.
Jazakallah

Selasa, 02 September 2014

Membeli Waktu

Kumpulan artikel : Do'a Dan DzikirMunajat-Munajat Hamba Kepada TuhannyaKumpulan KisahKumpulan Status facebook, Wacana Islami. Puisi-Puisi Inspiratifkata MutiaraKisah-kisah Inspiratif dan Bahan Renungan
Kali ini admin ingin share cerita-cerita inspiratif dari Pak Mario Teguh Sang Motivator Hebat Dari Indonesia. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...

Cerita ini saya ambil dari beberapa artikel Bapak Mario Teguh, karen kisah ini sangat memberikan inspiratif dan sebagai muhasabah untuk kita semua, cerita ini sangat menggugah hati dan jiwa kita, berikut ini kisahnya. 

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pingin tahu aja…” kata anaknya
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.....

Hikmah yang dapat kita ambil dari cerita tersebut adalah :

“ meski kita memiliki harta yang berlimpah, karir yang sukses namun bila orang yang kita sayang tak bahagia semua hanya sia-sia ... harta, kedudukan bukan lah segala-segalanya “

Semoga bermanfa'at, salam super untuk semua.
Jazakallah

Minggu, 31 Agustus 2014

Kita Semua Bersaudara Dan Kita Semua Tidak Bisa Hidup Sendirian

Kumpulan artikel : Do'a Dan DzikirMunajat-Munajat Hamba Kepada TuhannyaKumpulan KisahKumpulan Status facebook, Wacana Islami. Puisi-Puisi Inspiratifkata MutiaraKisah-kisah Inspiratif dan Bahan Renungan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...


Pernahkah terfikir atau terlintas oleh kita tentang pertanyaan ini :

Bisakah Kita Hidup Sendiri? Bersaudarakah Kita?

Jujur kita akui, kita punya saudara, tapi kadang kita hidup seperti tidak punya saudara. Kita nikmati TV 54" sendirian, sementara mungkin ada saudara kita yang tidak mampu membeli susu untuk anaknya. Kita nikmati kulkas empat pintu terbaru dengan isi yang lengkap, sementara ada saudara kita yang tidak tahu bisa makan atau tidak. Kita punya karyawan atau bawahan hingga belasan, puluhan, atau mungkin ratusan, tapi kita punya saudara yang tidak bekerja dan kita tidak mempekerjakannya.

Jujur kita akui kadang kalau kita susah, kita berlari ke sana kemari, ke saudara-saudara kita minta bantuan. Sementara kalau kita kaya, berkecukupan, kita tutup pintu rapat-rapat agar taka da saudara-saudara yang datang memohon bantuan. Ada uang, kita bilang tidak ada uang. Bisa menolong, kita bilang tidak bisa menolong.

Pertanyaannya, Bersaudarakah Kita??

Menjadi sangat relevan akhirnya karena ternyata toh kita hidup dalam kesendirian. Kita yang kaya enggan datang kepada saudara-saudara kita yang miskin. Sementara mereka yang miskin malu datang ke tempat kita, lantaran takut disangka ngerongrong, dan lain sebagainya, alhasil bukankah ini adalah kesendirian??

Sering kali yang menjadi alasan untuk kita membantu orang lain yang susah adalah nanti karena kebiasaan, alias nanti kalau sedikit-sedikit susah datangnya kepada kita. Padahal yang demikian itu Allah yang akan mempergilirkan. Tidak mungkin Allah akan membebankan terus-menerus kepada kita, sebab sudah menjadi hak semua orang untuk dapat membantu orang lain. Dan perlu diingat :

 hanya dengan jalan membantulah Allah akan berkenan dan suka membantu kita”.

“Allah akan selalu bersedia membantu seorang hamba, selama ia bersedia juga membantu saudara yang lain” (Al-Hadits)

Disisi lain, kita itu lebih senang dan mungkin lebih nyaman berteman dengan mereka yang kaya, berteman dengan mereka yang menguntungkan. Karena dimata kita, mereka itu membawa kemudahan. Sedangkan bila berteman dengan mereka yang dibawah kita dan yang miskin, hanya berfikir akan membawa sejuta kesulitan. Begitulah kalau membantu orang lain kita anggap beban, selamanya kita akan menganggap mereka itu sebagai beban yang hanya menghadirkan sejumlah penderitaan tambahan. Padahal, kita yang butuh mereka agar kita bias mengulurkan tangan. Kita membutuhkan mereka yang layak dibantu, agar kita berkesempatan mendapatkan kasih sayangnya Allah dan dibantu olah Yang Maha Membantu.

“Sayangilah siapa yang dibumi, maka niscaya engkau akan disayangi penghuni langit” (Al-Hadits)

Mulai sekarang ingatlah bahwa kita memiliki saudara. Jangan ingat kepada saudara yang kaya saja, bisa dibilang mereka yang kaya sudah bias mengurus diri sendiri, yang susahlah yang perlu lebih diingat.

Khawatirlah bila kita tidak bergerak membantu. Khawatir apa ??

 Khawatir Allah nanti pergilirkan kesusahan kedalam kehidupan kita. 

Akhirnya, kalau tadinya kita yang dimintai bantuan, kelak kita yang memohon bantuan kepada yang lainnya.


Mau ????





Jumat, 29 Agustus 2014

Pacaran Dan Efek Buruknya

Akibat Buruk Pacaran



Pacaran atau cinta terlarang, sudah jadi tren anak muda zaman sekarang, banyak sekali kita lihat di situs jejaring sosial seperti BBM, Facebook, Twitter, Path, Line, Whatss App, dan banyak lagi aplikasi-aplikasi dan situs penyedia jejaring sosial, disana banyak ditemukan dan kita lihat para anak muda membuat status-status, upload gambar tentang perasaan mereka dan fikiran mereka berisikan kata-kata GALAU, kata-kata putus asa dan putus harapan, sakit hati, saling membenci, bahkan ada yang menghujat, bahkan akibat Cinta dan Pacaran itu sendiri, yang membuat kita jauh dari Allah cinta yang seharusnya melebihi cinta-cinta yang lainnya.

Ada beberepa efek dari pacaran itu sendiri, diantaranya : 
  • Mabuk Kepayang (‘isyq)
  • Kasmaran
  • Kangen
  • Virus merah jambu
  • Tergila-gila
  • Galau
  • Lebih penting baca status si dia daripada baca Al-Qur'an
  • Lebih penting si dia daripada orang tua
  • Dll (Silakan tambah sendiri ya…..)
EFEK NEGATIF :
  1. Mengarah kepada syirik dalam mahabbah (cinta), termasuk syirik apabila seseorang mencintai makhluk dengan kadar yang sama dengan cintanya kepada Allah ta’ala, apalagi jika cintanya kepada makhluk melebihi cintanya kepada Allah ta’ala, dan lebih parah lagi jika dia hanya mencintai makhluk dan tidak mencintai Allah ta’ala sama sekali.
  2. Selalu ingat si dia (sedikit mengingat Allah ta’ala bahkan tidak sama sekali)
  3. Batin tersiksa apabila tidak bertemu atau tidak berhubungan
  4. Mengantarkan kepada zina, baik zina mata, hati, lisan, tangan, kaki dan kemaluan
  5. Bila cinta ditolak dukun bertindak (termasuk syirik)
  6. Boros harta untuk menyenangkan si dia atau sekedar mau pamer harta
  7. Menyia-nyiakan waktu
  8. Menghalangi masuknya ilmu dalam diri
  9. Merusak rumah tangga, baik rumah tangga orang maupun rumah tangganya sendiri
  10. Dll (Silakan tambah sendiri)


SEBAB MUNCULNYA PENYAKIT:
  • Terkena PANAH SETAN, yaitu melihat lawan jenis yang tidak halal baginya dan meneruskan pandangan pertama yang tidak disengaja
  • Ikhtilat, campur baur dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita, baik di tempat kerja, sekolah, majelis ta’lim, organisasi maupun di rumah
  • Melihat sesama jenis yang dapat menggoda syahwat, seperti memandang pemuda tampan yang belum tumbuh jenggotnya (membawa kepada penyakit homoseks)
  • Berhubungan dengan lawan jenis tanpa ada suatu kebutuhan yang mendesak dan atau tanpa adab-adab islami. 

Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim Rohimahullah beliau rahimahullah berkata :

وَعِشْقُ الصّوَرِ إنّمَا تُبْتَلَى بِهِ الْقُلُوبُ الْفَارِغَةُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ تَعَالَى الْمُعْرِضَةُ عَنْهُ الْمُتَعَوّضَةُ بِغَيْرِهِ عَنْهُ فَإِذَا امْتَلَأَ الْقَلْبُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ وَالشّوْقِ إلَى لِقَائِهِ دَفَعَ ذَلِكَ عَنْهُ مَرَضَ عِشْقِ الصّوَرِ وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى فِي حَقّ يُوسُفَ { كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ } [ يُوسُفَ 24 ] فَدَلّ عَلَى أَنّ الْإِخْلَاصَ سَبَبٌ لِدَفْعِ الْعِشْقِ وَمَا يَتَرَتّبُ عَلَيْهِ مِنْ السّوءِ وَالْفَحْشَاءِ الّتِي هِيَ ثَمَرَتُهُ وَنَتِيجَتُهُ

“Mabuk cinta terhadap sosok-sosok hanyalah tertimpa kepada orang yang hatinya kosong dari kecintaan kepada Allah, hati yang berpaling darinya dan mengganti-Nya dengan yang lain. Maka apabila hati telah dipenuhi dengan cinta kepada Allah ta’ala dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya maka hal itu akan menghilangkan penyakit mabuk cinta terhadap sosok-sosok ini.

Mohon dimaafkan apabila ada kesalahan dalam penulisan.
Wallahu a'lam....Jazakallah




Untuk Para Kaum Wanita

Assalamu'alaikum Sahabat-sahabat yang seiman dan seagama. Semoga Allah melindungi dan merahmati kita semua, dan memberikan berkahnya kepada kita atas apa-apa yang kita kerjakan pada hari ini. Dan membukan pintu taubatnya untuk kita semua,  serta mengampunkan atas taubat-taubat kita semua. Aamiin.

Ada sebuah gambar bagus dibawah ini yang mempunyai nilai serta peringatan untuk kita semua, khususnya para kaum wanita yang masih menanggalkan jilbab-jilbabnya. Jilbab bukan hanya sekedar modis ata ketingalan zaman untuk para kaum wanita, tapi jilbab adalah senjata untuknya. Islam itu indah dan selalu mengajarkan keindahan untuk kehidupan kita, dari yang terkecil sampai hal terbesarpun islam mengajarkan untuk kita semua. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan-kebaikan.  

Untuk Para Kaum Wanita

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh.
Semoga Bermanfaat

Baca Juga : 

Wanita Berpakaian Tapi Ia Sebenarnya Telanjang

Kamis, 21 Agustus 2014

Fakta Tentang Membentak Anak

Membentak = Membunuh Sel Otak Anak!

(Fakta dan Rahasia yang tidak banyak diungkap)

"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga."

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.

Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.

Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.


Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari 'mereka', sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.


Semoga Bermanfaat

Iman Dan Ujian

Ya Allah, tetapkanlah iman kami dan kuatkanlah iman kami. jadikan ujian dan musibah kami sebagai nikmat kepada kami agar iman dan islam kami semakin bertambah kepadamu, jadikan sabar sebagai pakaian kami, dan ikhlas sebagai senjata kami.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya) :
 “Alif lam mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, ‘Kami beriman’ lantas mereka pun tidak diuji?” (QS. al-Ankabut: 1-2).

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya) :
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga begitu saja sementara Allah belum mengetahui -menunjukkan- siapakah orang-orang yang bersungguh-sungguh di antara kalian, dan juga siapakah orang-orang yang bersabar.” (QS. Ali Imran: 142)

Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat dalam surat Ali Imran di atas, 

“Janganlah kalian mengira dan jangan pernah terbetik dalam benak kalian bahwa kalian akan masuk surga begitu saja tanpa menghadapi kesulitan dan menanggung berbagai hal yang tidak menyenangkan tatkala menapaki jalan Allah dan berjalan mencari keridhaan-Nya. Sesungguhnya surga itu adalah cita-cita tertinggi dan tujuan paling agung yang membuat orang-orang saling berlomba dalam kebaikan. Semakin besar cita-cita maka semakin besar pula sarana untuk meraihnya begitu pula upaya yang mengantarkan ke sana. Tidak mungkin sampai pada kenyamanan kecuali dengan meninggalkan sikap santai-santai. Tidak akan digapai kenikmatan yang hakiki/surga, kecuali dengan meninggalkan (tidak memuja) kenikmatan yang semu/dunia. Hanya saja perkara-perkara yang tidak menyenangkan di dunia yang dialami seorang hamba di jalan Allah, tatkala nafsunya telah dia latih dan gembleng untuk menghadapinya serta dia sangat memahami akibat baik yang akan diperoleh sesudahnya, maka niscaya itu semua akan berubah menjadi karunia yang menggembirakan bagi orang-orang yang memiliki bashirah, mereka tidak peduli dengan itu semua. Itulah keutamaan dari Allah yang diberikan-Nya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.” 
(Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 150)

Sementara itu, kesabaran menerima cobaan dan kesungguhan dalam menjalani ketaatan hanya akan lahir dari keyakinan yang kokoh terhunjam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), 

“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah, barangsiapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya.” 
(QS. at-Taghabun: 11). 

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, 

“Dia adalah seorang hamba yang tertimpa musibah lalu dia mengetahui/meyakini bahwasanya musibah itu datang dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah.” 
(HR. Said bin Manshur, lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Tatkala seorang hamba mampu menyempurnakan keyakinan di dalam jiwanya maka niscaya musibah yang menimpa akan berubah menjadi nikmat, dan cobaan yang dialami akan berubah menjadi anugerah (lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Ibnul Qayyim rahimahullah menukil penjelasan para ulama bahwa ciri orang yang telah memiliki keyakinan yang kokoh terhunjam itu adalah ; 

1 Dia senantiasa menengok/ingat kepada Allah pada setiap kejadian yang dialaminya,
2 Dia selalu kembali kepada-Nya pada setiap urusan, 
3 Dia senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya dalam setiap keadaan, dan 
4 Dia senantiasa mengharapkan wajah-Nya dalam setiap gerakan maupun diam 

(lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Itu artinya apabila seorang hamba ingin keluar dari ketidaksadaran ini, hendaknya dia betul-betul memahami kedua buah ilmu tersebut.

Pertama,  ilmu tentang hakekat dirinya beserta segala kekurangan, kelemahan dan keterbatasannya.
Kedua, ilmu tentang hak dan keagungan Rabbnya beserta kesempurnaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. 

Kedua ilmu itulah yang akan mengokohkan akar keyakinan di dalam hatinya dan menegakkan pohon kesabaran di dalam hidupnya



Kisah Sepucuk Surat Dari Ibu Mertua



Setiap dari kita yang sudah berumah tangga atau yang akan baru membangun rumah tangga, tentu kita menginginkan dan bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah. Sebelum membentuknya, tentunya kita harus mempersiapkannya. Dalam agama islam segala sesuatu sudah diajarkan, tinggal kita mempelajarinya. Banyak ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengajarkan kita tentang mendidik istri dan anak-anak kita. 



Kisah sebuah Sepucuk Surat Dari Ibu Mertua, yang didalam isi surat tersebut dituliskan untuk seorang menantunya agar bisa mendidik anaknya (istri) dengan baik sesuai yang Allah (Islam) ajarkan. Berikut isi surat tersebut. 

Sepucuk Surat Dari Ibu Mertua

Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku.

Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,
Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka?

Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku.

Wahai menantuku,
Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa aman untuk putriku? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. Engkau adalah seorang suami yang diberikan amanah untuk mendampingi putriku, maka bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Allah.

Wahai menantuku,
Maka selamatkanlah istrimu dari perbuatan dosa-dosa kecil maupun besar. Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan mengajarkan mereka amal-amal yang memasukkan ke dalam Surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu wahai menantuku, bukan padaku lagi.

Wahai menantuku,
Engkau diijinkan untuk menghukum istrimu apabila engkau melihat dari haqmu yang dilalaikan olehnya akan tetapi wahai menantuku, hukumlah putriku sewajarnya namun janganlah engkau menghukuminya dengan mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka padanya. Janganlah menghardiknya dengan kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu ialah pakaian dari dirimu.

Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju Surga atas bimbingan darimu.


Semoga bermanfa'at